The Avengers, Ajang Reuni Super Hero Amerika

Posted on May 6 2012 - 1:36pm by tulisartikel

TulisArtikel – Kapten Amerika kembali datang. Tapi dia tidak sendiri. Diperankan Chris Evans, Kapten Amerika muncul bersama Iron Man (Robert Downey, Jr.), Hulk (Mark Ruffalo), Dewa Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), dan Hawkeye (Jeremy Renner) dalam The Avengers. Di bawah arahan Nick Fury (Samuel L. Jackson), direktur agen mata-mata S.H.I.E.L.D, The Avengers berlaga melawan makhluk dari dunia lain. Tujuan mereka melindungi bumi.
The Avengers, Ajang Reuni Super Hero Amerika
Loki (Tom Hiddleston) adalah lawan tarung keenam super hero Amerika itu. Adik Dewa Thor ini datang ke bumi untuk merebut Tesseract dari tangan S.H.I.E.L.D. Tesseract  merupakan kubus sumber energi yang tidak terbayangkan kekuatannya. Sialnya, Tesseract juga berfungsi membuka portal antara bumi dengan dimensi lain. Dimensi kegelapan yang dihuni makhluk haus perang.

Buat penggila pahlawan super Amerika, The Avengers layaknya sebuah anugerah. Sebab selama 2 jam 20 menit, penonton bisa menikmati keperkasaan sederet tokoh komik Marvel. Bisa jadi kisah para penuntut balas ini juga menjadi temu kangen penggemar komik Marvel dengan wujud pahlawannya.

Tapi bagi penonton yang tidak mengikuti kisah super hero Marvel, boleh jadi keteteran mengikuti jalan cerita The Avengers. Soalnya beberapa kali para tokoh mengungkit masa lalu mereka. Untuk lakon Kapten Amerika, Iron Man, dan Hulk, ketenaran mereka memang tidak perlu lagi dipertanyakan. Namun nama Loki, Thor, Black Widow, serta Hawkeye tidaklah akrab di kuping penonton, khususnya di Indonesia. Karenanya beberapa perbincangan antar pelakon membuat penonton meraba-raba. Tidak mengerti isi pembicaraan mereka.

Buat penonton anak-anak, lagi-lagi naskah The Avengers sulit dimengerti. Bukan cuma tentang obrolan kilas baliknya, tapi juga kalimat-kalimat panjang dengan beberapa istilah yang tak lazim digunakan. Seperti kata teknis mengenai listrik atau pesawat.

Banyaknya dialog antar pemain berefek pada kejenuhan penonton membaca teks terjemahan. Adegan pertempuran The Avengers melawan pasukan Loki, atau dengan Loki sendiri, tidak begitu banyak membantu penonton mengusir kebosanan. Soalnya sutradara Joss Whedon irit memperlihatkan pertarungan itu. Perang kedua pihak baru benar-benar terjadi selama 30 menit terakhir film.

Dewa penolong The Avengers di muka penikmat film adalah guyonan berupa akting tiap pemain. Misalnya saja waktu Loki berusaha menguasai Hulk. Tanpa disangka, si raksasa hijau malam mencengkeram kaki Loki dan mengempaskan tubuh penjahat itu ke kanan dan kiri, seperti anak kecil yang memukulkan boneka ke lantai. Wajah Loki yang terkejut serta diam tak berkutik setelah dihantamkan Hulk ke ubin sungguh konyol. Sampai-sampai penonton terbahak-bahak selama beberapa detik. Tanpa babak jenaka, The Avengers akan menjadi film super hero yang kurang menarik.

Untungnya, keberadaan deretan bintang seperti Robert Downey Jr, Scarlett Johansson, dan Samuel L Jackson tak hanya sekadar menjadi kosmetik. Mereka menjiwai karakter si tokoh dengan bagus. Terutama Scarlett Johansson. Nomine Aktris Terbaik di Golden Globe Award 2003 untuk film Lost in Translation ini mampu memainkan sosok mata-mata yang sepertinya tidak berdaya secara psikis, tapi piawai mempermainkan watak di depan lawannya.

Kalau Anda menyukai film pahlawan super, fiksi, dan kocak, The Avengers sudah beredar sejak 1 Mei 2012. Meski dialog sulit dimengerti, keberadaan lelucon di beberapa adegan membuat The Avengers bisa dinikmati penonton anak-anak.

Sumber : tempo.co